Rabu, 11 Desember 2013

Bersyukur itu menenangkan

Aaaah entah sudah berapa nikmat yang lupa aku syukuri
Entah sudah berapa kali aku lalaikan kewajibanku
Entah sudah berapa waktu yang sia siakan

Ratusan, jutaan bahkan mungkin miliaran waktu aku lalai untuk bersyukur atas segala nikmat-Nya

Kurang apa lagi?
Raga sempurna,
Di beri kesempatan untuk menjadi seorang anak yang terlahir dr pasangan orang tua yg sudah islam
Diberikan hidayah untuk bisa merasakan nikmatnya berhijab
Diberikan allah rizky yang tiada pernah henti
Diberi kesehatan yang tiada terbayar
Diberikan tempat berteduh
Di cukupkan makanan dan minuman yang masuk ke badan
Di berikan apa yang diminta dalam doa
Masih bisa bernafas dengan bebas
Bisa diberikan kesempatan untuk berbagi
Diberi waktu yg banyak untuk bisa beribadah dengan sempurna
Masih bisa merasakan cinta dari semua insan

Lalu apa lagi?
Kurang apa?
Msh tidak bersyukur?
Astaghfirullah
"Fabiayyiaalaa irobbikumaa tukaddzibaan"
"Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan"

Masih mengelak???

Ada banyak hal yang seharusnya menjadi alasan untuk tidak lupa bersyukur
Salah satunya adalah waktu untuk mencharger energi untuk kekuatan ruhani

Malam ini aku tertegun ketika kudapati pesan di whatsapp dari saudara satu kelompokku yang tidak bisa mengikuti rutinitas pekanan kami seperti biasanya dengan alasan pekerjaan,
Yaaa aku sadar hidup di ibukota yang penuh dengan sesak ini menuntut siapapun yang ingin menjadi 'karyawan' harus bisa siap bekerja kapanpun, termasuk hari minggu
Tidak pandang bulu, termasuk kami para muslimah yang sebenarnya tidak wajib untuk menguras tenaga sampai seolah tak ada waktu untuk memikirkan akhirat

Aku faham, aku tahu dan aku menyadari
Itu adalah tuntutan dan terkadang kami tidak bisa menolak

Jujur, sedih rasanya membaca pesan bahwa mereka tidak bisa hadir, padahal pekan lalu kami tidak bisa melaksanakan agenda pekanan itu karena 'sang guru' sedang sakit

Aku yakin merekapun sedih tidak bisa hadir seperti biasa, terlihat dengan expresi yang ada dipesan itu

Tapi aku, mereka tak bisa berbuat apapun,
Aku tahu akhir tahun seperti ini semua perusahaan sedang sibuk tutup buku, sehingga terkadang harus mengambil lembur di hari libur
Kantorku?
O... jelas kantorku pun memiliki agenda serupa
Tapi untunglah para direksi tidak menuntut kami harus lembur di hari libur
Kami memang di tuntut menyelesaikan agenda akhir tahun tp tidak sampai hari libur
Mungkin karna kantor ku kecil, tidAk sebesar nama kantor teman2 ku

Tapi inilah akhirnya pelajaran kecil yang membuat aku belajar dan mengerti bahwa bersyukur itu menenangkan

Sempat terpikir 'ingin' ketika teman2ku berkata "gaji aku bulan ini udah naik yaa hampir seginilaah, cukup sih insya allah"
Tapi aku pikir sekarang pengorbanan mereka tak sebanding
Mungkin ada uang lembur, bonus akhir tahun, dll
Tp bagiku memiliki wakti untuk bisa bersilaturahim, berbagi ilmu dan mencharger ruhiyah jauh lebih penting dari semua itu
Dan itu juga yang menjadi prinsip kami, uang bukan segalanya karena allah sudah menyiapkan masing2nya

Yaaa,
Alhamdulillah ya allah atas setiap rahmat-Mu

Dear my bestiest :
Aku merindukan kalian guys, apa yg terjadi dengan kalian adalah pelajaran buat kita semua
Meski tidak bisa bersama, robithoh ku kirim untuk kalian
Terima kasih atas pelajaran berharga ini
Semoga ini membuat kita lebih bisa bersyukur dan menghargai apa yg ada di hadapan kita
Aamiin

I love u guys
:*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar