Study to be Killerman

Baru saja aku keluar dari lift kampus mungil ku. terdengar suara buaian hujan dan deru angin semakin berteriak kencang. "hah, hujan lagi pikirku". memang beberapa hari belakangan hujan mengguyur ibu kota tercinta hingga menciptakan kolam-kolam di beberapa titik termasuk di pusat kota. tapi sebenarnya bukan itu masalah yang ingin ku ceritakan. Baiklah kemudian aku bertemu sahabatku yang kebetulan ingin pulang juga, tetapi kami sama-sama terjebak hujan.
akhirnya kami putuskan untuk duduk bersantai di lobby kampus yang begitu ramai oleh mahasiswa yang sedang menunggu hujan reda. ya ya ya singkat cerita hujan pun reda. daaaaaaan begitu sedih aku melihatnya, miris. Puntung rokok, abu rokok dan kotak rokok tersebar di lobby kampusku yang awalnya bersih tak ada sampah. Mereka yang katanya "Agent of Change" mereka yang katanya "Calon Pemimpin Masa Depan Bangsa" mereka yang katanya "kaum intelektual" mereka yang hanya "1% saja dari para pemuda yang bisa merasakan bangku kuliah" meraka yang disebut "kaum idealis" ternyata sepersekian persen dari 1% itu adalah PEMBUNUH.
bagaimana tidak??? mereka sudah tau dampak merokok itu seperti apa, lantas mereka tetap melakukannya bukankah jika kita mengetahui sesuatu namun kita tidak mengamalkannya kita adalah orang yang bodoh?? lalu dimana letak intelektualitas itu???
mereka bukan hanya menjadi pembunuh untuk orang lain tetapi jadi pembunuh untuk diri mereka sendiri. tidak pernah ada yang melarang mereka untuk merokok, tetapi mengapa mereka tidak bisa menghargai orang sekitar mereka yang tidak semuanya bisa beradaptasi dengan asap rokok. jika mereka ingin merokok mengapa mereka tidak mencari tempat yang lebih sepi untuk menyendiri menikmati racun yang mereka ciptakan sendiri. mengapa harus menciptakan sampah dan menyuruh orang lain yang ngeberesin.
kasian banget sih mereka, cari ilmu mahal-mahal cuma buat jadi PEMBUNUH.

#miriiisss :'(

Komentar

Postingan Populer